GIANYAR – kelirbali.com
Redaksi – Terbangunnya Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar merupakan solusi nyata Pemerintah Pusat terhadap persoalan sampah di Bali. Proyek ini didanai dan dibangun oleh Danantara, merupakan perhatian khusus Presiden RI, Prabowo kepada Bali. Pembangunan PSEL ini sebagai solusi strategis atasi darurat sampah di empat kabupaten di Bali, meliputi Badung, Denpasar Tabanan dan Gianyar.
Wakil Ketua DPRD Gianyar yang juga Anggota Fraksi Partai Gerindra, Ketut Astawa Suyasa, Kamis (9/7/2026) menyebutkan pembangunan PSEL bukan saja untuk menjawab tuntas persoalan sampah di Kabupaten Badung, Denpasar dan Tabanan. “Kabupaten Gianyar juga mendapatkan manfaat atas terbangunnya PSEL. Sehingga dengan hati yang tulus kami berterimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo melalui Danantara, yang telah memberi perhatian tulus, cepat dan luar biasa terhadap masalah sampah di Bali. Semoga Presiden Prabowo selalu sehat, bahagia, sukses,” jelas Wakil Ketua DPRD Gianyar, Ketut Astawa Suyasa.
Dilanjutkan Astawa Suyasa, saat beroperasi nanti, PSEL dipastikan dapat memperkuat daya dukung Bali menuju Pariwisata hijau dan berkelanjutan (Green and Sustainable Tourism). Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali senilai Rp 3 Triliun, resmi mulai dibangun pada 8 Juli 2026, berlokasi di area Pelindo Benoa wilayah Denpasar Selatan. Fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik untuk sekitar 100.000 rumah tangga. “Sehingga selain mengatasi persoalan sampah, manfaat lainnya ada energi listrik dan tentunya lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Pembangunan PSEL Bali ini juga sebagai solusi terpadu atasi darurat sampah di kawasan Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar. Disebutkan, proyek ini menggunakan teknologi moving grate incenerator dengan sistem pengendalian emisi standar Eropa. “Tentu saja kami, di Kabupaten Gianyar sangat antusias, mengingat Gianyar adalah Kota Seni, Kota Budaya, sehingga ke depan, persoalan sampah di Gianyar teratasi dan wajah Gianyar pada umumnya, tidak lagi terbebani oleh persoalan sampah,” tambah Astawa Suyasa.
Kebijakan dan perhatian Presiden Prabowo terhadap Provinsi Bali dengan membangun PSEL adalah bukti nyata mengarahkan dukungan terhadap Bali untuk mengatasi permasalahan sampah. “Kami sangat meyakini, Presiden Prabowo sangat konsen dengan Bali dan tentu menekankan proyek ini akan mengakhiri polemik sampah yang membebani pariwisata, memperbaiki citra Pulau Dewata,” tambahnya.
Astawa Suyasa juga menyebutkan, dengan terbangunnya PSEL juga mendukung kemajuan pariwisata yang lebih hijau dan berkelanjutan. “Kita semua tahu, persoalan sampah juga bisa memperburuk citra Bali khususnya Gianyar sebagai daerah wisata. Dengan adanya pembangunan PSEL ini, sebagian persoalan terkait sampah yang nantinya mencederai citra pariwisata telah dituntaskan,” jelasnya. Bahkan, ke depannya, Astawa Suyasa meyakini selain pembangunan fasilitas PSEL, Presiden Prabowo akan memberikan proyek strategis lain yang memberikan dampak positif bagi pembangunan Bali.(den)

