Perkuat Seni Budaya sebagai Warisan Luhur pada HUT Kota Gianyar

NEWS – kelirbali.com
Gianyar – Pemkab Gianyar menggelar resepsi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Gianyar, pada Minggu (19/4) bertempat di Balai Budaya Gianyar. Kegiatan berlangsung meriah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Gianyar.

Acara diisi dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Kota Gianyar. Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan seni, sebagai bentuk apresiasi kepada insan seni yang telah berkontribusi dalam pelestarian dan pengembangan budaya di Kabupaten Gianyar. Momentum ini sekaligus menegaskan peran penting seniman dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan kekayaan budaya Gianyar.

Adapun seniman penerima Penghargaan Parama Satya Budaya adalah Tjokorda Gde Agung Suyasa (Alm), I Made Djimat, dan Anak Agung Gde Rai. Pada Penghargaan Citra Kara Nugraha, juga diberikan kepada Anak Agung Gde Rai. Dilanjutkan Penghargaan Wija Kusuma, diberikan kepada Ni Nyoman Kasih, I Made Selamet, Made Kawi (Alm), I Nyoman Sunarta, S.Sn, I Ketut Senter, Ni Nyoman Muni, Dr. I Wayan Suharta, S.Skar., M.Si, Pande Nyoman Gede Mudita, S.Ag.M.Pd.H, I Wayan Asin Sudira, S.H, I Dewa Nyoman Sura (Alm), I Made Sutama, I Made Suteja, A.A. Rai Wija Suadnyana, S.Ag, I Made Widnyana, S.Sn, A.A. Dalem Mayun Sukawati, I Nyoman Suwida, Pasek Dek Agus Sudianta, S.Ag. M.Pd.H, I Kadek Budi Setiawan, S.Sn, Ida Ayu Made Diastini, S.ST.,M.Si, Ni Wayan Sukerti, I Dewa Nyoman Putra Arinatha, S.Sn, I Nyoman Selamet, Made Gunadnya, S.Sn, I Gusti Ketut Wartawa, Raden Ayu Sukmawati.

Suasana semakin semarak dengan penampilan perdana Tari Maskot Kabupaten Gianyar “Padma Natya” yang untuk pertama kalinya dipersembahkan kepada publik. Tarian tersebut mengangkat filosofi bunga padma (teratai merah) yang melambangkan kesucian, keberanian, dan keseimbangan hidup. Delapan kelopak bunga menggambarkan arah mata angin sebagai simbol harmoni semesta, sementara inti bunga merepresentasikan pusat spiritual yang menjaga keseimbangan dan kedamaian.

Filosofi tersebut selaras dengan posisi Kabupaten Gianyar sebagai pusat seni dan budaya di Bali. Tari Padma Natya sendiri merupakan karya konseptor dan koreografer Prof. Dr. I Wayan Dibia dengan iringan musik oleh I Wayan Darya, serta didukung penataan busana oleh Dr. Tjokorda Alit Artawan.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan logo “Padmakara” sebagai identitas visual baru, serta diperdengarkan lagu maskot berjudul “Padma Nandi” yang menggambarkan semangat dan karakter budaya Gianyar.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman dan pelaku budaya yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian perayaan. “Kreativitas dan dedikasi para insan seni menjadi kekuatan utama dalam menjaga eksistensi sekaligus mendorong kemajuan seni budaya Gianyar ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu penerima penghargaan seni karawitan, I Nyoman Sunarta, berharap generasi muda mampu menjadi garda terdepan dalam melanjutkan dan mengembangkan seni tradisi, sehingga warisan budaya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. “Generasi muda saya harap bisa menjadi penggerak utama dalam menjaga dan mengembangkan seni tradisi. Namun seniman tidak bisa berjalan sendiri, perlu kebersamaan semua pihak serta peran pemerintah dalam memfasilitasi, agar warisan budaya tetap hidup dan berkembang sesuai zaman,” ujarnya.(den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *