Ijinkan kami bergabung di Jagat Maya

Facebook
Twitter
WhatsApp
sentill

Seperti kata pepatah China; Kapan waktu terbaik menanam pohon, duapuluh lahun lalu. Sedangkan waktu terbaik kedua adalah hari ini. Begitu pula dengan web kelirbali.com, cita-cita yang digagas sejak ramainya media online tumbuh dan berkembang dalam satu decade ibi. Dan membuat web tetap ada di gagasan tanpa ada keinginan mewujudkan.

Atas dorongan berbagai pihak, maka kami hadir dengan nama Kelir lebih tepatnya kelirbali.com. Kelir ibaratnya langit yang dibawa turun membentuk dunia mini. Di balik kelir tentu ada dalang yang dengan bebasnya mengutak-atik, menarikan wayang sesuai perannya. Sedangkan di depan kelir ada penonton yang menyimak jalinan cerita dari dalang. Pada akhirnya dengan intrepretasinya sendiri, penonton mengartikan makna pertunjukan. Seperti itukah sesungguhnya?

Sebagaimana media, kami mencoba menghadirkan suguhan yang lebih mendalam, seperti tagline kami, kabar di balik peristiwa. Redaksi kelirbali.com mencoba menyuguhkan peristiwa yang lebih mendalam dan mencoba mencari akar di balik peristiwa. Tentunya harapan ini membutuhkan dorongan dan kritik dalam perjalanannya. Sedangkan kesederhanaan, kesantunan tetap menjadi roh kami dalam membangun media ini. Kami juga tidak berusaha dengan gagah berkuah mengedepankan kutipan para ahli, kutipan para rombongan filsuf apalagi berkutbah panjang lebar soal surga dan neraka.

Kami akan berusaha hadir dengan kepolosan, tanpa merumitkan sebuah peristiwa, dan hadir dengan kejujuran mengalun dengan menyenangkan; kami berusaha tidak menyembunyikan kebenaran. Seperti kata Miguel De Cervantes sekitar Tahun 1600-an, penulis Novel ‘Petualangan Don Guijote, kami berusaha menghadirkan suguhan meriangkan hati pembaca, tidak menjengkelkan pembaca sederhana, membangkitkan kekaguman pembaca cerdas. Semoga apa yang kami harapkan bisa terwujud, dan kehadiran kami bisa membawa menambah indah suasana di jagat maya.denara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terkini

Vanitas Seharga Satu Meliar

Vanitas telah menjadi semacam “ critic symbolism”, kritik tanpa narasi di mana…

Mutilasi Linggis, Sebuah Kehancuran Jati Diri

Putrayasa sendiri melihat ‘Dunia dalam harmony’ masih jauh dari harapan. Sangat jauh.…

Menengok dari Dekat Patoyan Taman Tjampuhan, Lovina

“Itulah jalan yang saya pilih, merawat alam dengan hati riang. Dan hasilnya…

Gagasan Manusia dan Semua Manusia adalah Seniman

“Manusia tidak bisa memadamkan api seni, jiwa seniman, memadamkan seni akan menghancurkan…

Kita dan Ketersesakan Rasa Ruang

secara sengaja tindakan telah merendahkan hati kita di hadapan kosmos. Keindahan diciptakan…