Lima Kantong Parkir Buat Urai Macet (Abadi) di Ubud

Sekda Alit Mudiarta menjelaslan secara umum Dishub sudah menyiapkan langkah strategis guna mengurai kemacetan abadi di Ubud. “Dishub sudah membuat perencanaan, dimana untuk mengurai itu (kemacetan) dengan perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek,” jelas Dewa Alit Mudiarta. Dijelaskan Mudiarta, untuk perencanaan jangka panjang, Pemkab Gianyar merancang jalan lingkar. Dimana jalan lingkar yang direncanakan adalah jalan lingkar Singakerta-Lodtunduh-Mas. Jalan lingkar kedua adalah Pejeng-Tegalalang-Kedewatan. “Ini termasuk perencanaan jangka panjang, pemetaaan wilayah sudah kita mulai,” jelas Mudiarta. 

Selengkapnya

Tagel Wirasa Dilantik dengan Sejumlah Pesan

Diingatkan lagi, dalam melakukan tugas dan wewenang Penjabat Bupati dilarang melakukan pengisian pejabat dan mutasi pegawai. Termasuk membatalkan perijinan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya dan atau mengeluarkan perijinan yang berbeda dengan yang dibuat pejabat sebelumnya, membuat kebijakan pemekaran daerah dan membuat kebijakan yang berbeda dengan program pembangunan pejabat sebelumnya.

Selengkapnya
Sidang Paripurna terakhir yang diikuti Bupati Mahayastra - Agung Mayun di masa periode pertama

APBD 2024 Gianyar Dirancang Rp 2,78 Triliun

Ketua DPRD Gianyar, Tagel Winarta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada kepemimpinan Bupati Mahayastra Wabup AA Gde Mayun. “Kami seluruh anggota DPRD bersama sekretariat dewan mengapresiasi kepemimpinan Bupati Mahayastra bersama Wakil Anak Agung Gde Mayun, selama memimpin sudah melakukan pembangunan sesuai harapan masyarakat,” jelas Tagel Winarta.

Selengkapnya
Kios jajanan bahan upakara

Ribuan Usaha Kuliner Terdampak Naiknya Harga Beras

Masyarakat terlanjur terbiasa mengkonsumsi pangan berbahan beras sehingga sulit beralih ke pangan nonberas. “Jika harus beralih ke konsumsi non beras, misalkan jagung, ketela, ubi, dan yang lain, harganya juga tidak murah. Bahkan, bahan makanan non beras ini tidak selalu mudah didapatkan oleh masyarakat luas,” ungkapnya. Sehingga, bagi ribuan pedagang makanan di Gianyar, terutama pedagang nasi jingo, jaja bali, tipat cantok, kerupuk, dan sejenisnya sangat terdampak. “Dilemanya, kalau jual mahal, konsumen lari, kalau bertahan harga justru merugi,” tuturnya. Hal ini belum lagi, kebutuhan upakara membutuhkan ketersediaan beras, sehingga berpengaruh pada daya beli.

Selengkapnya