Sambut Hari Kemerdekaan RI, DPC Gerindra Gianyar ‘Menyapa dan Berbagi’
Menurut Tagel Arjana, menyapa pedagang dan sekaligus meyerap aspirasi para pedagang sangat penting, mengingat para pedagang tersebut adalah penggerak roda perekonomian,,
Menurut Tagel Arjana, menyapa pedagang dan sekaligus meyerap aspirasi para pedagang sangat penting, mengingat para pedagang tersebut adalah penggerak roda perekonomian,,
Dedikasi, perjuangan dan penghargaan dari Gerindra selama ini kepadanya seolah sudah terlupakan. Padahal di dunia politik tidak ada yang gratis. Bagaimanapun itu Suwirta akan dihadapkan pada posisi sulit. Elite Gerindra dipastikan akan terus memburunya,
Gerak alam pun menunjukkan pembelaannya. Di tengah keputusasaan setelah diabaikan Gerindra, tiba-tiba Putusan MK tentang syarat minimal dukungan partai politik berubah. Harapan terhadap Made Kasta untuk menjadi Klungkung Satu kembali menyala. Partai Golkar yang sedari awal terpikat dengan kepribadian, loyalitas dan dedikasi Made Kasta selama menjadi Wakil Bupati Klungkung dua periode dan Plt. Bupati Klungkung, memberinya karpet merah. Golkar bersama Demokrat mengusung Made Kasta dan Ketut Gunaksa (ASTAGUNA) tanpa mahar.
Gerindra sudah mengeluarkan bakal calon, Ketut Juliarta – Made Wijaya. Masih tersisa dua poros yaitu: PDI-P yang sampai saat ini kotak kosongnya belum terisi. Sedangkan dari Koalisi Nawasena masih jualan kendaraan, belum laku-laku,,
lugas menyampaikan visinya, untuk menyelesaikan seluruh persoalan dasar di Kabupaten Klungkung. Baik itu persoalan jalan, listrik, air, internet. Visi selanjutnya adalah membangun kembali kebudayaan maritim yang kuat, restorasi Kota Semarapura, penuntasan persoalan sampah dan pertanian tangguh dan modern
Label daerah tertinggal dengan segala perspektif narasi kemiskinannya masih utuh sejak dulu sampai sekarang. Sehingga bisa disebut masalah purba yang dipelihara. Sampai muncul adagium bahwa Karangasem harus dibuat utuh sebagai daerah tertinggal, sehingga tidak menjadi pesaing daerah lain di Bali,
soliditas kader di Partai Gerindra nampaknya rapuh. Boleh dibilang para kader berjalan sendiri-sendiri untuk memenangi Pileg. Sehingga dalam menghadapi Pilkada mendatang, beberapa kader mengaku memiliki kans mendapat rekomendasi, bahkan mengaku dekat dengan Prabowo atau Hashim
Pilkada masih jauh. Di depan ada fatamorgana yang seakan menjanjikan, yang seolah melihat air jernih di tengah padang pasir. Semua memberi harapan, semua memberi angin surga. Yang ditakutkan nanti, pas pada saat pertarungan sesungguhnya, semua sudah pada lelah,,,
Bicara pertahanan keamanan bukan soal bakar rumahnya rampok isinya. Hal ini bisa terjadi di jaman Majapahit dulu, atau jaman Kubilai Khan. Tidak. Pertahanan keamanan kali ini juga soal diplomasi, saling sapa antar pemegang kebijakan pertahanan. Beli pesawat itu mahh, soal gampang. Soal anggaran pertahanan, bertahan yang baik butuh biaya, apalagi peperangan sesungguhnya
seharusnya sejak bulan April 2023 hibah bansos ini sudah bisa cair, karena memang sudah masuk APBD Induk Tahun2023. Tapi entah kenapa hingga saat ini tidak ada kejelasan. Semua SKPD terkait terkesan seperti lepas tangan bahkan saling lempar.